MULAI 2019, ABSENSI GURU DIPANTAU KEMENDIKBUD ?

thumbnail

Mulai Januari 2019, kehadiran guru untuk mengajar di sekolah akan dipantau langsung dinas pendidikan daerah setempat serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu mengacu kepada Permendikbud Nomor 10 Tahun 2018 tetang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, Tujangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru PNS Daerah.

Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Karawang, Nandang Mulyana, Jumat 19 Oktober 2018.

"Nantinya, setiap sekolah wajib memiliki perangkat absensi elektronik yang langsung terhubung ke Kemendikbud. Dengan demikian, kehadiran guru dipastikannya akan terpantau tiap hari," ujar Nandang.

Menurutnya, kewajiban absensi elektronik berbasis online itu berlaku juga untuk para kepala sekolah. Absensi tersebut selanjutnya akan dijadikan dasar pertimbangan bagi Kemendikbud untuk kenaikan pangkat guru maupun kepala sekolah.


Disebutkan juga, guru dan kepala sekolah yang tidak mau mengikuti absensi elektronik itu, dianggap mangkir dari tugas. Sanksinya, tunjangan profesi mereka tidak bisa dicairkan. 

"Jika tingkat disiplinnya buruk, mereka bahkan bisa dipecat secara tidak hormat sebagai ASN," ujarnya.

Dibiayai dana BOS

Menurut Nandang, pengadaan perangkat absensi elektronik itu harus disiapkan masing-masing sekolah dengan menggunakan dana BOS sesuai juknis BOS Nomor 1 Tahun 2018.

"Pembelian perangkat harus dilakukan sekarang. Sebab, penilain berbasis absensi elektronik itu berlaku efektif awal Januari 2019 nanti," katanya.

Untuk diketahui, Kemendikbud pun akan mengevaluasi kinerja pengawas dan kepala sekolah. Dua jabatan tersebut mesti dievaluasi karena berperan sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan, tata kelola pengawas dan kapala sekolah harus terus menerus mengalami pembaruan. Diselaraskan dengan tuntutan zaman dan persaingan global.

Menurut dia, pengawas dan kepala sekolah yang tidak bisa beradaptasi dengan perubahan akan kesulitan dalam mengelola sekolah.

“Kepala sekolah dan pengawas sekolah merupakan dua unsur penting dalam pengelolaan layanan pendidikan di satuan pendidikan. Mereka memiliki peran strategis yang tidak saja menentukan hitam putihnya pendidikan di sekolah tetapi bahkan menentukan cetak biru generasi bangsa,” ujar Muhadjir di Kantor Kemendikbud, Selasa 16 Oktober 2018.

Ia mengatakan, kompetensi pengawas dan kepala sekolah harus selaras dengan tuntutan perubahan dan tantangan kekinian. Kebijakan pemerintah yang tak lagi mewajibkan kepala sekolah untuk mengajar harus dimanfaatkan dengan baik, seperti melahirkan ide-ide yang inovatif untuk memajukan sekolah.

“Bahkan diperlukan paradigma baru ketika kita berbicara dalam konteks pembinaan tenaga kependidikan. Adaptif dengan era baru yang ditandai dengan perubahan pesat dengan ketidakpastian yang kompleks ini, meniscayakan gagasan-gagasan yang dinamis, inovatif dan kreatif,” katanya

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com

TIDAK AKAN ADA LAGI MURID YANG BOSAN DIKELAS, INILAH CARA MENGAJAR MENYENANGKAN UNTUK GURU

thumbnail

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat malam dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada....

sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru infokemendikbud.com tentang Tidak Akan Ada Lagi Murid Yang Bosan Dikelas, Inilah Cara Mengajar Menyenangkan Untuk Guru.


JAKARTA, Relawan Membaca 15 Menit membagikan tips mengajar yang menarik bagi guru. Guru harus meningkatkan, tidak hanya pengetahuan, tetapi juga ilmu mengajar menyenangkan.

"Perkembangan teknologi semakin pesat, tentunya ini menjadi tantangan tersendiri untuk para guru dalam mengembangkan metode mengajar menggunakan teknologi," kata Sekjen Relawan Membaca 15 Menit Budi Firmanysah dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Kamis (27/7).

Ia mengingatkan, guru masih menjadi sumber utama dalam proses belajar mengajar di sekolah. Hal yang wajar, apabila guru tertantang meningkatkan kemampuan di bidang teknologi. Bukan sekedar mengikuti beberapa pelatihan, tapi guru diharapkan mampu membuat produk pembelajaran yang menarik.

Budi menjabarkan, salah satu hal yang bisa dilakukan guru, yakni, pertama, membuat metode belajar baru dan seru. Sehingga, mampu memancing siswa untuk lebih aktif. Kedua, mendampingi siswa memanfaatkan teknologi positif. Sehingga, alat teknologi yang dimiliki siswa termanfaatkan untuk pendidikan.

Ketiga, guru harus berprinsip, tidak ada lagi siswa yang mengeluh bosan berada di dalam kelas. Sehingga, guru terpacu menciptakan kelas nyaman. Selain itu, guru juga bisa mengajar menggunakan teknologi yang inovatif, kreatif serta interaksi positif.

Keempat, meningkatkan kemampuan mengajar membuat guru menjadi lebih fleksibel, paling tidak mengurasi rasa malas dalam menyiapkan bahan ajar. Guru bisa mengajar utuh di dalam kelas dan berbagi informasi di luar kelas dengan teknologi. Kelima, guru akan menjadi model atau idola yang dikagumi siswa. Karena mengajar menggunakan metode yang menarik. Pun sekolah akan menerima manfaat dengan SDM guru yang dimilikinya.

Budi mengingatkan, dunia pendidikan dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti, program literasi, pendidikan karakter. Sehingga, menurutnta, seharusnya guru mampu mentransfer ilmu dengan baik, inovatif, kreatif serta terjadinya interaksi dengan siswa. Salah satu tujuannya, agar siswa tidak merasa bosan berlama-lama di kelas.

"Mereka akan menikmati suasana belajar. Sehingga dapat direspon postif oleh para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada guru dan sekolah," jelasnya.

Sumber : http://www.republika.co.id